ROI GONZALES SILALAHI

Logo Gunadarma

Logo Gunadarma

Monday, 14 November 2011

Profil Bapak Koperasi dan Perkembangan Koperasi

Riwayat Singkat Bung Hatta

Bung Hatta dilahirkan di kota Bukittinggi, di tengah dataran tinggi Agam, Sumatera Barat tangal 12 Agustus 1902 dari pasangan keluarga H. Mohammad Djamil (Ayah) dan Siti Saleha (Ibu). Sewaktu kecilnya, Mohammad Hatta sering dipanggil Mohammad Athar, dan ketika masa perjuangan kemerdekaan, beliau lebih populer dengan panggilan Bung Hatta, yang pada saat itu bermakna “saudara seperjuangan”.
Beliau menikah di usia 42 tahun dengan Rahmi yang kemudian dianugerahi tiga orang puteri yaitu: Meutia, Gemala, dan Halida. Bung Hatta wafat pada tanggal 14 Maret 1980 dan dimakamkan di tengah-tengah rakyat, di Pemakaman Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Pendidikan dasar (SR) dan sekolah menengah (MULO) diselesaikan di Padang, kemudian melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School dan tamat tahun 1921. Walaupun beliau ditawari pekerjaan dengan gaji yang cukup tinggi, tapi ditolaknya karena beliau ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi ke negeri Belanda di Rotterdamse Handelschogenschool. Disinilah Bung Hatta mulai berkecimpung dalam organisasi pemuda yang saat itu diketuai oleh Dr. Soetomo (Bung Tomo).
Ketika kembali ke Indonesia, beliau aktif dalam dunia pers sebagai anggota Dewan Redaksi “Hindia Poetra” dan majalah Daulat Rakyat. Di masa-masa inilah Bung Hatta berkenalan dengan Bung Karno (Ir. Soekarno). Perjuangan Bung Hatta tidak mungkin kita lupakan begitu saja, karena memiliki nilai sejarah yang sangat berarti bagi negara dan bangsa Indonesia.
Beliau adalah figur yang sedikit bicara tetapi lebih banyak berbuat. Oleh karena itu, Bung Hatta tidak hanya disegani oleh rakyat Indonesia, tetapi juga oleh bangsa lain, terutama dalam era perjuangan kemerdekaan. Bahkan beliau lebih disegani dan dikagumi karena kemampuannya menggalang masyakat internasional dengan menguasai bahasa asing, seperti bahasa Belanda, Inggris, Perancis, dan Jerman. Bung Hatta selain Wakil Presiden RI pertama, beliau pernah menyamar sebagai co-pilot ke India untuk bertemu dengan Gandhi dan Jawaharlal Nehru. Sebagai seorang pejuang kemerdekaan, Bung Hatta mengalami penangkapan dan pembuangan oleh pemerintah Belanda, antara lain ke Tanah Merah, Digul, ke Banda Neira, kemudian ke Sukabumi, sebelum Belanda menyerah kepada Jepang tahun 1942.
Pada dasarnya, penangkapan dan pembuangan Bung Hatta disebabkan oleh penolakannya atas bujukan Belanda untuk bekerja sama. Bung Hatta dikenal sebagai seorang yang sangat memegang teguh kedisiplinan, kesederhanaan, keimanan, dan ketakwaan yang tinggi kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, rasa kasih dan tidak kasar, bersih serta jujur, dan selalu berorientasi pada rakyat kecil dan lemah.
Beliau sangat suka membaca, rajin membeli buku, punya jadwal khusus untuk membaca dan menulis di perpustakaan pribadi sehingga pada akhirnya beliau meninggalkan puluhan ribu buku milik pribadi dan berbagai tulisan yang tersebar di dalam maupun di luar negeri.

Bung Hatta dan Koperasi

Perhatian beliau yang dalam terhadap penderitaan rakyat kecil mendorongnya untuk mempelopori Gerakan Koperasi yang pada prinsipnya bertujuan memperbaiki nasib golongan miskin dan kelompok ekonomi lemah. Karena itu Bung Hatta diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia. Gelar ini diberikan pada saat Kongres Koperasi Indonesia di Bandung pada tanggal 17 Juli 1953.
Koperasi sebagai suatu sistem ekonomi, mempunyai kedudukan (politik) yang cukup kuat karena memiliki dasar konstitusional, yaitu berpegang pada Pasal 33 UUD 1945, khususnya Ayat 1 yang menyebutkan bahwa: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Dalam Penjelasan UUD 1945 itu dikatakan bahwa bangun usaha yang paling cocok dengan asas kekeluargaan itu adalah koperasi. Tafsiran itu sering dikemukakan oleh Bung Hatta, yang sering disebut sebagai perumus pasal tersebut.
Ketertarikannya kepada sistem koperasi agaknya adalah karena pengaruh kunjungannya ke negara-negara Skandinavia, khususnya Denmark, pada akhir tahun 1930-an. Bagi Bung Hatta, koperasi bukanlah sebuah lembaga yang antipasar atau nonpasar dalam masyarakat tradisional. Koperasi, baginya adalah sebuah lembaga self-helplapisan masyarakat yang lemah atau rakyat kecil untuk bisa mengendalikan pasar. Karena itu koperasi harus bisa bekerja dalam sistem pasar, dengan cara menerapkan prinsip efisiensi.
Koperasi juga bukan sebuah komunitas tertutup, tetapi terbuka, dengan melayani non-anggota, walaupun dengan maksud untuk menarik mereka menjadi anggota koperasi, setelah merasakan manfaat berhubungan dengan koperasi. Dengan cara itulah sistem koperasi akan mentransformasikan sistem ekonomi kapitalis yang tidak ramah terhadap pelaku ekonomi kecil melalui persaingan bebas (kompetisi), menjadi sistem yang lebih bersandar kepada kerja sama atau koperasi, tanpa menghancurkan pasar yang kompetitif itu sendiri.
Di Indonesia, Bung Hatta sendiri menganjurkan didirikannya 3 macam koperasi. Pertama, adalah koperasi konsumsi yang terutama melayani kebutuhan kaum buruh dan pegawai. Kedua, adalah koperasi produksi yang merupakan wadah kaum petani (termasuk peternak atau nelayan). Ketiga, adalah koperasi kredit yang melayani pedagang kecil dan pengusaha kecil guna memenuhi kebutuhan modal.
Bung Hatta juga menganjurkan pengorganisasian industri kecil dan koperasi produksi, guna memenuhi kebutuhan bahan baku dan pemasaran hasil. Menurut Bung Hatta, tujuan koperasi bukanlah mencari laba yang sebesar-besarnya, melainkan melayani kebutuhan bersama dan wadah partisipasi pelaku ekonomi skala kecil. Tapi, ini tidak berarti, bahwa koperasi itu identik dengan usaha skala kecil.

Sumber :  http://ksupointer.com/mengenal-bung-hatta-“bapak-koperasi-indonesia”


Perkembangan Koperasi Indonesia

Ada beberapa hal penyebab koperasi belum berkembang di Indonesia alasannya adalah pemerintah tidak membantu perkembangan koperasi baik dari sistem kerja koperasi dan juga promosinya yang tidak langsung mengena ke masyarakat. Inovasi juga belum diciptakan koperasi untuk menarik minat masyarakat banyak.  Saran saya untuk Koperasi adalah menciptakan inovasi atau terobosan dengan menggunakan perkembangan teknologi, sebagai contoh : Lihat saja "Kantor Pos" sudah memulai inovasi dengan memanfaatkan teknologi . Jadi, ketika barang yang hendak dikirimkan akan ada pemberitahuan kepada pelanggan melalui SMS barang tersebut sudah sampai dimana dan jika sudah diterima juga akan mendapat pemberitahuan sehingga, pelanggan dapat mengetahui secara jelas tentang keadaan barangnya. Jadi, yang ingin saya sampaikan adalah Koperasi belum bisa berkembang jika belum melakukan inovasi produknya dan cara pemasarannya, lihat saja Bank Rakyat Indonesia, mereka memiliki banyak produk dan sasaran mereka bukan masyarakat golongan atas tetapi masyarakat golongan biasa dan menengah dan menempatkan diri mereka secara luas di seluruh Indonesia. Maju terus Koperasai Indonesia.


Profil Pengusaha Sukses Es Teler 77

Siapa yang tak kenal dengan produk es teller 77, ratusan gerainya sudah tersebar di seluruh nusantara. Tidak puas dengan mempertahankan pasar dalam negeri, kini produk es teller 77 merupakan salah satu bisnis franchise makanan yang berhasil merambah pasar internasional. Produknya sudah menjangkau pasar luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Australia, serta masih akan terus dikembangkan untuk membuka gerai berikutnya di India, Jeddah dan Arab Saudi.
Terinspirasi dari sang mertua (Ibu Murniati Widjaja) yang menang lomba membuat es teler, Sukyatno yang dulunya bernama Hoo Tjioe Kiat mencoba menjual es teler di emperan toko dengan menggunakan tenda – tenda. Usaha yang dimulainya pada tanggal 7 Juli 1982 ini, ternyata bukan peluang bisnis yang pertama kali Ia coba. Berbagai peluang bisnis seperti menjadi salesman, tengkulak jual beli tanah, makelar pengurusan SIM, menjadi pemborong bangunan, sampai mencoba bisnis salon pernah Ia geluti dan semuanya gagal ditengah jalan.
Tak ingin mengulangi kegagalan bisnis seperti sebelumnya, Sukyatno mulai menekuni bisnis es telernya yang diberi nama es teler 77. Angka 77 digunakan sebagai merek es telernya, karena angka tersebut mudah diingat dan diharapkan menjadi angka hoki bagi pemilik bisnis ini. Keyakinan Sukyatno pun tepat, merek es teler 77 mulai dikenal masyarakat dan menjadi salah satu produk unggulan dari dulu sampai sekarang.
Dari sebuah warung tenda yang dulunya berada di emperan toko, Sukyatno berinisiatif untuk mengembangkannya menjadi bisnis waralaba. Setelah 5 tahun mempertahankan bisnisnya, tepat pada tahun 1987 untuk pertama kalinya dibuka gerai es teler 77 di Solo dengan sistem franchise. Semenjak itu perkembangan bisnisnya pun sangat pesat, dengan keuletan dan kerja keras yang dimiliki Sukyatno kini es teller 77 telah memiliki lebih dari 180 gerai yang tersebar di berbagai pusat perbelanjaan dan pertokoan yang ada di Indonesia bahkan hingga mancanegara.



Kunci sukses es teller 77

Bersamaan dengan perkembangan bisnisnya, pada tahun 2007 Sukyatno kembali ke hadapan Yang Maha Esa. Kesederhanaan dan kerjakerasnya dalam mengembangkan usaha, kini dilanjutkan oleh salah satu anaknya yaitu Andrew Nugroho selaku direktur PT. Top Food Indonesia. Berkat komitmen para pengelola bisnis ini, sekalipun menghadapi persaingan dagang yang cukup ketat dengan bisnis franchise makanan asing maupun franchise lokal yang saat ini banyak bermunculan. Es teller 77 terus berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumennya. Ini dibuktikan dengan adanya inovasi baru dari es teler 77 yang mengenalkan menu makanan terbarunya antara lain gado – gado, rujak buah, mie kangkung, dan nasi goreng buntut. Andrew sengaja mempertahankan menu tradisional yang tidak asing bagi lidah orang Indonesia, agar masyarakat yang masuk pertokoan masih bisa menemukan menu tradisional yang mereka gemari.
Disamping itu untuk meningkatkan loyalitas konsumen terhadap es teler 77, Andrew juga memberikan fasilitas kartu member bagi para pelanggannya. Dengan kartu klub juara yang diluncurkannya, pelanggan berhak memperoleh diskon makanan dan minuman yang ada di seluruh gerai es teler 77.
 Atas kerjakeras dan perjuangan keluarga Sukyatno dalam mengembangkan bisnisnya, berbagai penghargaan pun pernah diterimanya. Kesuksesan es teller 77 dalam mengembangkan bisnis franchisenya, menjadi motivasi besar bagi semua orang. Semoga kisah profil pengusaha sukses es teler 77, dapat menjadi inspirasi bagi calon pengusaha maupun para pengusaha yang sedang merintis bisnisnya. Salam sukses.


Sumber :

1. http://archipeddy.com/309outward/es_teler.jpg dan http://www.indonesiaindonesia.com/imagehosting/images/10576/1_Es_Teler_01.jpg
2.   http://bisnisukm.com/profil-pengusaha-sukses-es-teler-77.html

Thursday, 10 November 2011

Salah Satu Cara Penyelesaian Konflik Papua


Diperlukan renegosiasi ulang di PT Freeport terhadap negara RI, tp tergantung keberanian Presiden SBY. Perlunya renegosiasi karena dampak sosial dan eknomi yg cenderung berat sebelah.. Perlunya diciptakan keadilan, kenapa? Anda harus bisa melihat seberapa besar dan dalamnya pengerukan tambang emas, uranium dan sumber daya lainnya di Papua..karena nantinya hal ini bisa saja meninggalkan penyakit, kerusakan lingkungan yang luar biasa, dan berapa banyak yg bisa di wariskan kpd anak cucu kita di masa depan, apabila sumber daya di Papua habis?

ayo pemerintah!!! KITA lah tuan rumah, HUTAN adalah Paru2 Dunia, jika ada yg ingin melakukan bisnis dengan penebangan Hutan di daerah Indonesia, TANYA lah brp yg bisa kita dapat, bukan dibayar sebesar biaya satpam/pembantu seperti PT Freeport membayar Polri..itu sangat kecil sekali walaupun Polri salah juga posisinya sekarang ini karena membela sepihak, inilah salah satu tindakan pelanggaran HAM yg parah, sesama bangsa kok malah membunuh.. CHANGE WE NEED :)

sumber : Dialogue TVRI, 07 November 2011

Wednesday, 9 November 2011

Naskah Drama "Arti Natal"

Nama             : Roi Gonzales Silalahi
NPM               : 2A211192
Mata Kuliah  : Bahasa Indonesia 2 #


ARTI NATAL
Narasi    : Dulu keluarga Ayu sangat bahagia dan rukun, mereka selalu merayakan Natal bersama – sama dengan saudara sepupunya, paman dan bibinya serta kakek dan neneknya. Mereka adalah salah satu keluarga idaman di daerah lingkungan mereka. Mereka rajin ke Gereja setiap hari minggu dan setelahnya menghabiskan waktu untuk seharian bersama. Namun, semuanya itu berubah, ketika Bapak Ayu naik jabatannya dari Supervisor ke Manajer di salah satu perusahaan swasta terkemuka dan Ibunya sering menghabiskan waktu untuk arisan bersama teman – temannya. Bulan Desember 2011 hari ini....
(Teman-teman sedang berkumpul dan bercerita untuk rencana natal keluarga. Mereka saling menanyakan akan pergi kemana natal nanti, Ayu menghampiri teman2nya)
Ayu         :  hai semua, apa kabarnya?
Adelina : baik..eh kami sedang membicarakan natal nanti dan kami akan merayakannya bersama keluarga besar atau pergi ke suatu tempat yg ingin kami kunjungi.
Berliana : Ayu sdri bagaimana? Mau pergi kemana? Cerita dong! Kami sudah banyak cerita tadi.
(Ayu merasa sedih tapi menahannya dalam hati dan Ia berkata)  
Ayu         : Papa dan Mama mungkin akan sangat sibuk dengan pekerjaanya jadi, sama seperti beberapa tahun sebelumnya, mungkin kami merayakan natal dirumah saja.
Susan     : setelah kami semua selesai liburan kita akan bermain bersama, sambil menceritakan tentang liburan kita. Kami gak lupa kok bawa hadiah buat kamu nanti. Ok
Ayu         : Terima kasih ya teman-teman Ku.. (mereka berpelukan)
(Ayu menjumpai Papanya)
Ayu         : Papa, apakah hari Natal nanti, kita bisa merayakannya bersama dgn Mama?
Papa    : (sedang online di telepon dan berkata).. Tanya Mama, apakah dia bisa mengatur jadwal untuk kita merayakan natal akhir tahun ini ?
(Ayu menjumpai Mamanya..)
Ayu         : Mama, apa hari Natal nanti kita bisa merayakannya bersama dengan Papa?
Mama   : Mama banyak acara bulan ini, tanya Papa apakah dia bisa mengatur jadwal untuk berkumpul ?
(Ayu sangat bersedih dan menangis sambil berdoa kepada Tuhan)
Ayu         : Tuhan, kembalikan Papa dan Mama yang dulu, agar kami dapat berkumpul bersama Natal nanti seperti dulu lagi ? (dengan kesedihan yg dalam sambil bernyanyi “ Bukan dengan kekuatanku ” ).  
(Selesai bernyanyi, Papa Ayu dan rekan bisnisnya bertemu sambil berbicara tentang bisnis.)
Papa       : Martin, apa ada pertemuan bisnis penting bulan nanti?
Martin     : Ada, tetapi saya tidak bisa hadir di pertemuan itu, jika anda mau datang nanti saya kirim alamatnya melalui Email.
Papa       : Kenapa? Bisa saja ada bisnis penting yg akan dibahas nanti?
Martin     : Karena Putri saya pernah mengalami stres berat, dulu ketika saya dan istri saya tidak ada waktu untuk berbicara dan menemani Putri saya kesekolah dan berlibur jadi,untuk hari Natal ini kami sudah merencanakan Natal bersama dan liburan bersama..
(mereka pergi, tapi Papa Ayu berfikir tentang hal itu, lalu Ibu Ayu pun bertemu dengan salah satu teman arisannya)
Mama      : Hei Ruth, apa ada acara besar akhir tahun ini?
Ruth        : iya, ada acara di Pulau Bali dan akomodasinya gratis. Banyak teman-teman kita nanti datang kesana, tapi saya tidak bisa datang.
Mama      : sayang sekali, apa ada masalah dengan suamimu?
Ruth      : tidak ada, saya ingin bersama dengan anak dan suami saya hari Natal nanti. Dulu banyak waktu yang terbuang tanpa bisa menemani anak saya ketika dia tertawa, menangis, bahagia dan sedih.
(mereka pergi, tapi Mama Ayu berfikir tentang hal itu, lalu Papa menemui Mama)
Papa       : Aku ada pertemuan beberapa hari nanti, tapi aku tidak akan datang kesana.
Mama      : Kenapa?
Papa       : Aku ingin bersama dengan kalian untuk merayakan hari Natal nanti. Sudah lama bagi kita tidak berkumpul bersama sejak aku naik jabatan. Aku pikir Ayu akan senang mendengarnya. Tapi, apa Mama bisa?
Mama     : Aku juga ada rencana dengan teman-teman tapi, aku juga memikirkan apa yg papa pikirkan. Baiklah mari kita menemui Ayu.
(Papa, Mama dan Ayu berkumpul )
Ayu          : Ada apa Pa, Ma ?
Papa       : Ayu, hari Natal nti apa yg paling kamu inginkan?
Ayu          : Natal? Emm..tidak ada, Ayu tau kalo papa dan mama banyak kegiatan. Aku...
Papa      : (di interupsi) Hei, papa dan mama ingin minta maaf karena selama ini, kami tidak ada waktu buat menemani kamu jadi, kami sepakat untuk Natal nanti, kita bertiga akan merayakannya dengan saudara sepupumu serta kakek dan nenek di Bandung.
Mama      : iya, kami tau kamu sangat sedih belakangan ini.  Jangan bohong! Kamu anak Mama jadi, Mama tau apa yg kamu rasakan.
Ayu         : (merasakan perasaan sedih dan  sangat senang dan berkata) “Terima kasih Pa, Ma, Ayu benar-benar senang mendengarnya. (mereka berpelukan dan Ayu berkata “Terima kasih Tuhan, Janjimu seperti fajar pagi hari”...

SELESAI

Penulis                      : Roi Gonzales Silalahi
Pemain                      : Pemuda/i dan Remaja GKAI Bahtera Bogor
Tempat dan waktu   : GKAI Bahtera Bogor, Jawa Barat, Indonesia, 17 Oktober 2011

Monday, 7 November 2011

Pulau Komodo

Sejak Pulau Komodo diikutsertakan dalam kompetisi New7Wonders, kunjungan wisatawan ke pulau itu meningkat drastis. "Jumlah wisatawan yang mengunjungi Pulau Komodo meningkat 300 persen," kata Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch. Dulla saat dihubungi, kemarin.

Pulau Komodo termasuk satu dari 28 finalis New7Wonders. Namun keikutsertaannya di kompetisi itu sempat menimbulkan kontroversi setelah kredibilitas organisasi New7Wonders diragukan.

Terlepas dari kontroversi itu, Bupati Agustinus mengatakan New7Wonders telah mendongkrak pamor Pulau Komodo. Pada 2009, kata dia, jumlah wisatawan mencapai 15 ribu orang. Namu, pada 2010 jumlahnya meningkat jadi 43 ribu orang.

Lalu, hingga Agustus tahun ini jumlah wisatawan yang berkunjung sudah mencapai 36 ribu orang. "Kami menargetkan (pada) 2011 jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo mencapai 50 ribu orang," kata Agustinus.

Meski begitu, infrastruktur di pulau tersebut diakui memang belum memadai. Menurut Agustinus, rumah sakit bertaraf nasional belum ada. Bandar udara yang ada pun belum memadai dan pelabuhan pariwisata tak ada.

Bupati Agustinus meminta pemerintah pusat memberi perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di daerah itu. Apalagi jika nanti Pulau Komodo memenangi kompetisi itu. "Jika Pulau Komodo menang dalam ajang itu, komodo akan dikenal di seluruh dunia," katanya.

Pengumuman pemenang sementara kompetisi itu rencananya akan dilakukan pada 11 November mendatang. Adapun pemilihan pemenang berdasarkan voting yang masuk ke panitia. Voting bisa dilakukan melalui pesan pendek seluler, Facebook, Internet, dan telepon.

Dukungan terhadap Pulau Komodo yang disiarkan di situs www.new7wonders.com meningkat dengan cepat. Hal itu ditandai dengan warna hijau. Selain Pulau Komodo, ada 10 kontestan lain yang mengalami peningkatan dukungan yang cepat, yaitu Kilimanjaro, Sundarbans (Bangladesh, India), Halong Bay (Vietnam), Matterhon/Cervino, Jeita Groto (Libanon), Mud Volcano, Cliff of Moher, Masurian Lake District, dan Pulau Bu Tinah.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono menilai kompetisi New7 Wonders tak perlu diperdebatkan. Terlepas dari kontroversi, menurut dia, Pulau Komodo harus terus dikembangkan dan dipromosikan.

"Sebagai putra Indonesia, kita harusnya berbangga masih memiliki satu keajaiban," ujar dia di Jakarta kemarin.

Menurut Edhie, apa pun bentuk dan caranya sepanjang dapat mendongkrak popularitas Pulau Komodo bisa dilakukan. "Justru dengan mempromosikannya akan memperlihatkan kepada dunia bahwa Komodo sebagai kebanggaan dan patut dilestarikan," katanya.

Pulau Komodo adalah sebuah kawasan taman nasional tempat konservasi komodo yang hampir punah. Menurut data hingga September lalu, terdapat 2.793 komodo di pulau itu. Angka tersebut menurun dari 3.000 ekor pada tahun lalu.

New7Wonders masih membuka voting untuk memilih 7 keajaiban dunia baru hingga 11 November 2011. New7Wonders mengeluarkan 10 besar voting sementara, dan Pulau Komodo termasuk di dalamnya.

"Dalam kampanye pertama kami tentang keajaiban dunia pilihan manusia, berbagai perubahan bisa terjadi dalam pekan-pekan final dan begitu juga 10 besar yang kita umumkan hari ini sangat mungkin berubah. Dengan jutaan orang yang akan memilih, finalis yang tidak masuk 10 besar ini bisa terpilih dalam 7 besar," ujar Kepala Komunikasi New7Wonders Eamon Fitzgerald dalam situsnya yang dilansir, Senin (7/11/2011).

Sementara pendiri dan Presiden New7Wonders mengatakan kebanyakan finalis berlokasi di Benua Asia.

"Menunjukkan bahwa dunia semakin berkembang ke Timur. Dan pada saat yang sama saya tahu 7 besar yang aktual akan berubah dalam beberapa hari. Kami tetap senang dan tertarik untuk melihat siapa yang akan muncul sebagai New7Wonders of Nature sementara pada 11/11/11," jelas Weber.

Hasil 10 besar sementara New7Wonders itu adalah:

1. Laut Mati, Palestina-Israel-Yordania
2. Grand Canyon, AS
3. Great Barrier Reef, Australia
4. Halong Bay, Vietnam
5. Jeita Grotto, Libanon
6. Pulau Jeju, Korsel
7. Pulau Komodo, Indonesia
8. Puerto Princesa Underground River, Filipina
9. Sundarbans, Bangladesh-India
10. Vesuvius, Italia

New7Wonders mengatakan urutan di atas hanya merupakan urutan abjad dalam bahasa Inggris. Namun urutan ini bukanlah posisi jumlah suara yang berhasil dikumpulkan setiap kandidat.

 Sumber :
  1. http://www.detiknews.com/read/2011/11/07/115829/1761744/10/pulau-komodo-masuk-top-10-sementara-new7wonders
  2. http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/11/07/brk,20111107-365194,id.html

Peranan Audit Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer

PERANAN AUDIT SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER DALAM PENYAJIAN FINANCIAL REPORT
Dengan pengolahan transaksi yang sudah menggunakan komputer yaitu Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer, proses akuntansi yang dilakukan untuk pengolahan transaksi/data, cukup user/pemakai tersebut hanya dengan menginput data/transaksi, sehingga secara otomatis data tersebut akan terintegrasi dan bisa membuat informasi Financial Report yang up to date. Untuk menjaga agar sistem tersebut dapat diandalkan dan dapat dipercaya, maka perlu Audit Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer sehingga Financial Report menghasilkan informasi yang relevan, tepat waktu, akurat, lengkap dan merupakan rangkuman Finanncial report, up to date, relevan, audit.
Audit
“Suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan, serta menyampaikan hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.” ( Mulyadi, 2002)
Sistem Informasi Akuntansi
“Sekelompok dua atau lebih komponen-komponen yang saling berkaitan (interrelated) atau subsistem-subsistem yang bersatu untuk mencapai tujuan yang sama (common purpose).” (Hall, 2001).
PERANAN AUDIT SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER
Uraian :
1. Hanya melibatkan proses dengan tangan manusia dalam kegiatan key in transaksi (mencatat dokumentasi bisnis) ke dalam media komputer.
2. Kecermatan dengan ketepatan waktu pencatatan dan informasi penyajian keuangan terjamin oleh komputer.
3. Unsur yang paling kritis adalah program komputer yang digunakan dalam memproses kegiatan akuntansi.

Financial Report
“Laporan yang dirancang untuk para pembuat keputusan, terutama pihak luar perusahaan, mengenai posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan.” (Sumarso, 1995).
Dalam bidang pemeriksaan akuntansi (auditing), akuntan tidak dapat lagi menerapkan metode pemeriksaan lama dalam lingkungan organisasi yang telah menggunakan komputer. Ada tiga pendekatan yang dapat dilakukan oleh akuntan dalam memeriksa Financial Report yang telah menggunakan Sistem Informasi Akuntansi adalah :
Auditing Around The Computer
Pendekatan ini merupakan pendekatan yang mula-mula ditempuh oleh akuntan. Asumsi yang digunakan dalam pendekatan ini adalah apabila sampel keluaran dari suatu sistem ternyata benar berdasarkan masukan sistem tadi, maka pemrosesannya tentunya dapat diandalkan. Dalam pemeriksaan dengan pendekatan ini akuntan melakukan pemeriksaan di sekitar komputer saja.
Auditing With The Computer
Dengan pendekatan ini, akuntan telah memanfaatkan komputer sebagai alat dalam melakukan pemeriksaan. Pada bentuk yang sederhana, komputer dilakukan sebagai alat untuk melakukan penulisan, perhitungan, perbandingan dan sebagainya. Bentuk yang lebih maju dalam pendekatan ini adalah digunakannya Generalized Audit Software yaitu program audit yang berlaku umum untuk berbagai klien.
Auditing Through The Computer
Dalam pendekatan ini, akuntan tidak lagi memperlakukan komputer sebagai black box. Di sini akuntan memasukkan data ke dalam komputer untuk diproses hasilnya, kemudian dianalisis untuk memeriksa keandalan dan kecermatan program komputer tersebut.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian dengan Audit Sistem Informasi Akuntansi berbasis Komputer harus ada masukan/input data dalam suatu sistem. Kemudian untuk memeriksa Financial Report dilakukan dengan cara terbalik di mana dilakukan pada Financial Report kemudian dilakukan periksaan terhadap aplikasi sampai dengan data/inputan data.

Uraian proses akuntansi di atas :
1. Data/voucher, merupakan catatan pertama dari setiap transaksi yang akan digunakan sebagai dasar menginput.
2. Data/voucher diproses dalam sistem.
3. Setelah diproses, sistem mengoutput data menjadi informasi.
4. Output tersebut adalah Jurnal, Neraca, Laba/Rugi, Arus Kas, Laporan Audit dan lain-lain.
5. Di mana data/voucher yang diinput jumlahnya harus sama dengan hasil outputJurnal.
6. Hasil proses disimpan.
7. Input/voucher pada waktu input data harus sama (jumlahnya) dengan output (Jurnal).
KESIMPULAN
Audit Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer merupakan suatu pemeriksaan mulai dari input sampai dengan output. Dengan pemeriksaan sebagai berikut: Output diperiksa apakah Financial Report/output lainnya sesuai dengan standar yang ada. Proses pada Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer diperiksa apakah pemrograman menjamin kecepatan, ketelitian dan relevansi suatu informasi. Pemeriksaan dilakukan pada input yang dimasukkan tersebut valid atau tidak dan sesuai dengan ouput atau tidak. Audit Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer mempunyai peranan dalam Penyajian Financial Report. Sehingga Financial Report dapat dijadikan informasi bagi pihak intern maupun ekstern dan juga merupakan dasar pengambilan keputusan.

sumber : http://danipratami.blogspot.com/2011/03/peranan-audit-sistem-informasi.html

Thursday, 3 November 2011

Investasi Vs Disinsentif

Globalisasi diiringi ratifikasi perdagangan bebas di berbagai sektor telah membawa RI menjadi pasar empuk bagi barang-barang impor. Dari produk berteknologi tinggi hingga rumah tangga, menyerbu pasar kita hingga tak jarang meminggirkan produk lokal. Ironisnya, banyak prinsipal enggan membangun pabrik di sini karena berbagai alasan.

Salah satu contoh yang kini menjadi sorotan publik adalah keengganan Research in Imotion (RIM) yang memproduksi BlackBerry (BB) membangun pabrik di Indonesia. Padahal, handset besutan RIM itu telah menjadi ‘candu’ bagi masyarakat hingga penjualannya ditaksir mencapai 4 juta unit tahun ini, jauh mengalahkan pasar negara-negara Asia lainnya. Jika dirata-rata harga BB per unitnya Rp 3 juta, omzet RIM di Indonesia per tahunnya mencapai Rp 12 triliun. Perkembangan penjualan BB di Indonesia termasuk yang paling pesat di dunia.

Sangatlah disayangkan jika negeri ini hanya dijadikan pasar, sementara kontribusi perusahaan asing sangat minim dalam pembangunan. Apalagi, dalam berbagai hal, negara lain tidak menerapkan asas resiprokal secara adil. Di sektor perbankan, misalnya, bank-bank nasional kesulitan untuk membuka cabang di negara lain, padahal bank-bank asing di sini memenuhi jalanan utama Sudirman-Thamrin. Celakanya lagi, negara tetangga kita acapkali ‘menjual nama’ Indonesia untuk menarik investasi di negeri mereka.

Menurut laporan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Singapura dan Malaysia menawarkan pasar RI kepada investor agar mereka berinvestasi di kedua negara tersebut. Alasannya, kedua negara itu dekat dengan Indonesia yang pasarnya besar dan bahan bakunya melimpah. Ini tentunya sangat menyakitkan. Apalagi, ditengarai perusahaan yang tidak mau membangun industrinya di Indonesia tak hanya RIM, tetapi banyak, seperti Bosch dari Jerman yang memproduksi solar panel. Barry Callebout, pabrik cokelat yang cukup terkenal juga memilih Singapura sebagai basis produksinya, padahal Singapura tak mempunyai kebun kakao.

Bangsa ini harus cerdas menghadapi era globalisasi yang mengedepankan sisi perdagangan bebas dengan skema non tariff barrier (tak ada hambatan tarif). Perdagangan bebas bukan berarti membuka pintu pasar kita selebar-lebarnya untuk dieksploitasi produk luar, tetapi kehadiran mereka harus mampu meningkatkan nilai tambah untuk negeri ini, salah satunya membuka lapangan kerja agar terjadi transfer knowledge. Apalagi, tingginya tingkat pengangguran masih menjadi masalah laten di negeri ini.

Hal itu jua yang menyebabkan Menteri Perindustrian dan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berencana memukul palu godam berupa disinsentif bagi perusahaan yang produknya masif dijual di Indonesia tetapi tidak mau berinvestasi di sini. Rencananya, disinsentif itu berupa pengenaan pajak barang mewah (PPn-BM).

Kita mengapresiasi kebijakan yang bermuara pada national interest, karena ekonomi negeri ini telah ‘terjajah’ dan kita lebih banyak menjadi penonton di pasar sendiri. Namun apakah kebijakan itu efektif? Banyak kontroversi karena pengenaan PPn-BM akan menyebabkan harga produk BB menjadi mahal. Dampaknya, bisa jadi orang-orang kita belanja BB ke Malaysia untuk mendapatkan harga lebih murah. Ini bisa menyebabkan devisa lebih banyak keluar.

Selain itu, akan muncul black market yang justru tidak kena pajak. Tak ada salahnya kita introspeksi atas berbagai kasus yang menyebabkan banyak perusahaan enggan masuk ke Indonesia. Realitasnya, daya saing kita memang masih rendah. Berdasarkan The Global Competitiveness Report 2011-2012 yang dikeluarkan World Economic Forum, peringkat daya saing RI turun dari urutan 44 menjadi 46 dari 142 negara. Pada sektor pembangunan fasilitas pelabuhan, Indonesia turun tujuh peringkat ke posisi 103, ketersediaan pasokan listrik menempati urutan 89, layanan institusi publik turun 10 peringkat menjadi 71.  Terkait efisiensi tenaga kerja, RI menempati peringkat 94, sama dengan level kesiapan teknologi yang dianggap masih lamban.

Daya saing RI tertolong oleh kuatnya fundamental makro ekonomi, seperti kebijakan fiskal yang prudent, defisit anggaran dan inflasi terkendali, serta pertumbuhan ekonomi yang cukup prospektif. Untuk kondisi makro ekonomi, RI menempati peringkat 23, melesat dibanding 2007 yang masih berada di level 89. Harus disadari, hingga saat ini ada tiga masalah yang membuat asing enggan investasi langsung ke Indonesia.

Pertama, sulitnya pembebasan tanah (land acquistion). Kedua, minimnya infrastruktur. Ketiga, terbatasnya kawasan industri di Indonesia. Saat ini ada sekitar 59 kawasan industri tetapi rata-rata kapasitasnya sudah penuh. Siapa pun kita pasti geram melihat RI hanya menjadi pasar produk asing. Pertanyaannya, efektifkah kebijakan disinsentif untuk menarik investasi langsung? Selama PR hambatan investasi tidak dikerjakan, kebijakan disinsentif justru bisa kontraproduktif dan merugikan konsumen.


sumber : http://www.investor.co.id/home/investasi-vs-disinsentif/19775

Wednesday, 2 November 2011

Resensi Buku Hot Marketing

Judul               : HOT MARKETING : 15 Cara Paling Panas Mengorbitkan Merek
Penulis            : Ippho Santosa
Penerbit          : PT Elex Media Komputindo
Kategori         : Marketing
Tahun             : Februari - 2008
Tebal               : 160 Halaman


Isi Resensi



Buku ini menceritakan bagaimana memasarkan barang dan bagaimana usaha tersebut dapat dikenal oleh orang banyak, dari dalam maupun luar negeri. Marketing tidak bisa lepas dari merek atau brand suatu produk. Mereka atau siapapun mengaktifkan merek setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik. Hey, saya tidak bohong! Lihat saja, banyak orang membicarakan merek Anda di rumah, di kantor, di restoran, di jalan dan dimana saja.
Salah satu bagian atau bab 1 menceritakan bagaimana merek haruslah “mudah diucap dan mudah ditulis”, sebagai contoh ; Bandingkanlah Rinso, So klin, Surf dan Attack. Mana  yang lebih memoreable/dapat diingat di benak ibu rumah tangga dan PRT? Itu mah  gampang di tebak, Rinso dan So klin! Kenapa? Jelas-jelas Surf dan Attack itu susah dieja-apalagi diingat ketika seorang ibu dan PRT membeli di warung!
Masih banyak bab yang penting dapat saya pelajari dari buku ini sehingga buku ini banyak memberi wawasan tentang pemasaran produk. Hal-hal apa yang harus di hindari walaupun memang ada pengecualian seperti contoh ada juga produk yang sulit dieja tapi terkenal secara internasional, katakanlah seperti Pierre Cardin, Volkswagen dan lain-lain.

Buku ini juga membahas banyak tentang kehidupan seorang artis di Indonesia dan Luar negeri seperti Agnes Monica dan Kate Moose untuk menceritakan bagaimana karir mereka bisa sangat meningkat di bidangnya masing-masing. Beberapa bab juga membahas bagaimana suatu perusahaan dapat berkembang seperti Dell dan McD. Semua itu dapat dikaitkan oleh Penulis melalui buku ini.

Dahsyatnya lagi buku ini memberikan pengetahuan bagaimana menghadapi persaingan dan mampu setidaknya memberikan dampak terhadap produk, orang dan perusahaan. Nah yang satu ini dinamakan oleh Penulis sebagai anti-brand. Penulis bermaksud menjelaskan bagaimana menyambut antibrand untuk mengembangkan popularitas. Bagaimana bisa? Nah begini, di Tanah air, kesuksesan Flexi dan Indomie mengundang antibrand namanya Esia dan Mi Sedap. Diluar negeri juga terjadi kurang lebih sama. Kesuksesan Windows mengundang antibrandnya Linux. Seiring perjalanan waktu, gesekan antibrand pun semakin keras. Britney spears yang dikecam oleh Christina Aguilera, Inul Daratista yang dihujat Rhoma Irama. Nah, apakah penolakan-penolakan itu berhasil memudarkan popularitas mereka? Ternyata tidak, yang terjadi malah sebaliknya. Siapa sih yang meragukan ketenaran Britney dan Inul? Setidak-tidaknya ketika itu, mereka sangat terkenal di masa mereka.
Cukup sekian dari saya, yang pasti tiap BAB-nya buku ini memberikan wawasan yang baik untuk mencapai kesuksesan dan sangat ringan untuk dibaca, artinya siapapun yang membaca buku ini akan sangat mudah untuk memahaminya karena diberikan penjelasan, contoh dan profile dari produk, seseorang serta perusahaan. Terima kasih. 


sumber : HOT MARKETING : 15 Cara Paling Panas Mengorbitkan Merek, Ippho Santosa.




Kelebihan : Buku ini memberikan banyak manfaat pembelajaran agar kita tidak sembarangan memberikan “Merek” atas suatu produksi. Kita tahu bahwa dalam buku ini menjelaskan bagaimana “Merek” bisa memberikan keuntungan pada penjualan barang produksi atau jasa.
Kekurangan : Buku ini menjelaskan tidak secara rinci apakah satu produksi dengan “Merek” yang bagus akan menghancurkan produksi lain. Hal ini membutuhkan data-data yang akurat, karena tidak bisa hanya dengan Merek yang bagus bisa menciptakan keuntungan yang besar. Banyak produksi yang menggunakan Merek tidak sesuai buku ini tapi masih bisa berproduksi, harus ada bukti-bukti penunjang seperti Laporan Keungan Perusahaan.
Penilaian : Buku ini saya Nilai sangat Bagus memberikan pengetahuan yang luas bagi calon Pengusaha muda.